Showing posts with label Cara Membuat Ruangan Tekanan Negative. Show all posts
Showing posts with label Cara Membuat Ruangan Tekanan Negative. Show all posts

Monday, 27 June 2022

Cara Membuat Ruangan Bertekanan Negative pada Ruang Isolasi Rumah Sakit ( Batch 1 )

Cara Membuat Ruangan Bertekanan Negative pada Ruang Isolasi Rumah Sakit


Untuk membuat Ruang Isolasi Bertekanan Negative , ada beberapa aspek yang harus terpenuhi , diantaranya adalah kondisi ruangan yang memang harus dipersiapkan untuk Ruangan Bertekanan Negative.

Tidak semua ruangan bisa di buat Bertekanan Negative . Dan kalaupun dipaksakan , maka tentunya akan memerlukan konsumsi energi yang besar dan biaya pembuatan yang besar pula.

Ruangan yang akan di persiapkan sebagai Ruangan Bertekanan Negative haruslah benar - benar rapat minim kebocoran udara , dan disetiap celah - celah pintu atau jendela atau aksesoris ruangan yang lain, misalnya casing lampu , smoke detector , saklar , stopkontak , dan lain - lain harus memerlukan perlakuan khusus.

Selain itu kita harus mempunyai kemampuan menghitung kebutuhan kebutuhan supply udara , exhaust udara dan berbagai parameter yang diperlukan dalam pembuatan Ruang Isolasi Bertekanan Negative.


LANGKAH PERTAMA

Kita harus mengetahui bahwa Ruang Isolasi biasanya terdiri dari tiga ruangan yaitu Ruang Pasien , Toilet Pasien dan Anteroom ( Ruang Antara ).

Ruang Isolasi sendiri sesuai standartnya harus memiliki ACH ( Air Change per Hour ) sebesar 12 kali menurut ASHRAE.

ACH adalah jumlah pertukaran udara dalam setiap jam nya. Pertukaran antara udara masuk ( intake fresh air ) dan udara yang dibuang ( exhaust air ).

Pertama kali yang kita hitung adalah Jumlah Air Flow Supply.

Contoh kasus :

1. ACH ruangan adalah 12
2. Panjang Ruangan 6 meter
3. Lebar Ruangan 3 meter
4. Tinggi Ruangan 2,8 meter

Mari kita hitung Air Flow Supply nya.

Air Flow Supply biasa dituliskan dengan satuan m3/h ( meter cubic per hour )


Air Flow Supply  =  ACH  x  Volume Ruang ( m3 ).
                        =  12     x  ( 6m x 3m x 2,8m )
                        =  12     x  50,4 m3
                        =  604,8 m3/h.

Lalu kita konversi 604,8 m3/h ke dalam satuan CFM menggunakan www.convertunits.com akan mendapatkan hasil 355,97 cfm.

Kita bulatkan menjadi 400 cfm.

Dari hasil tersebut , berarti kita harus memilih peralatan AC Ruangan type Split Duct / Ceilling Concealed yang mempunyai air flow sebesar 604,8 m3/h atau 400 cfm.

Hal itu bisa kita lihat pada name plate indoor unit AC tersebut.

Kenapa kita harus memakai unit AC type Ceilling Concealed / Split Duct untuk Ruang Isolasi ?

Karena jenis AC ini mempunyai Static Pressure ( tekanan ) yang tinggi , sehingga memenuhi syarat untuk di aplikasikan memakai Design Ducting , Fresh Air , Filter HEPA dan juga sudah sesuai dengan Regulasi KEMENKES / BPJS .


LANGKAH KEDUA

Langkah Kedua adalah menentukan target perbedaan tekanan ruangan.
Kita harus bisa menentukan target perbedaan tekanan Ruangan Isolasi dengan Tekanan Atmosfer Lingkungan.

Bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan mengenai Pedoman Tehnis Bangunan Prasarana Ruang Isolasi PIE ( Penyakit Infeksi Emergency ) tanggal 13 April 2020 , dimana untuk Ruang Isolasi Pasien harus mempunyai tekanan - 15 Pascal, kemudian Anteroom nya - 10 pascal dan untuk Coridor sebesar -5 Pascal.

Tekanan Atmosfer Lingkungan adalah standart di angka 0 Pascal.


LANGKAH KETIGA

Langkah ketiga , kita harus menghitung potensi kebocoran di setiap ruangan , misalnya celah di jendela , celah di pintu , kaca pengintai ruang isolasi , kaca jendela dan beberapa equipment yang berada di Ruangan Isolasi yang berpotensi mempunyai kebocoran udara misalnya Bed Head , Saklar , Stop Kontak , Lampu , Smoke Detector , Output Gas Medis , CCTV , Bed Head , dll.

Dalam hal ini kita harus detai dan teliti menghitung luas area kebocoran .

Misal pada sebuah jendela dengan ukuran P : 100 cm  L : 50 cm mempunyai celah sebesar 2mm. Maka kita hitung keliling jendela 300 cm x 0,2 cm = 60cm2.
Atau tingkat kebocoran sebuah jendela itu , sebesar 0,006 m2.

Demikian dengan sesuatu yang lainnya lalu kita jumlahkan ke dalam satuan m2.


Cukup sekian dulu kiranya tulisan saya pada Batch 1 ini. 
Selanjutnya silahkan pembaca yang budiman melanjutkan membaca pada Batch 2.

Sengaja penulis membagi dalam beberapa Batch / Bagian agar mudah dalam kita belajar bersama , setahap demi setahap .

Apabila ada kekurangan dalam penulisan ini , silahkan berinteraksi di kolom komentar di bawah ini.